Silahkan kirimkan artikel-artikel rohani ataupun kesaksian Anda kepada kami.

Kirimkan pokok-pokok doa Anda dan bersama kami akan medoakan pokok-pokok doa Anda dalam Persekutuan doa syafaat setiap minggu ke-III.
 
Kamis, 19 Januari 2012 1:21 WIB
"Engkau lebih besar daripada aku sebab engkau melakukan yang baik kepadaku padahal aku melakukan yang jahat kepadamu" [1 Samuel 24:18]
dewi - pd-emmanuel.com
BACAAN PERTAMA - 1 Samuel 24:3-21;
Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.
3  Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang
Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing
Hutan.
4  Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan
Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya
duduk di bagian belakang gua itu.
5  Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang
dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam
tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud
bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
6  Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca
Saul;
7  lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya
dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang
yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi
TUHAN."
8  Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak
mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun
meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.
9  Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada
Saul dari belakang, katanya: "Tuanku raja!" Saul menoleh ke belakang, lalu
Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah.
10  Lalu berkatalah Daud kepada Saul: "Mengapa engkau mendengarkan perkataan
orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?
11  Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang
menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah
menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena
pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi
TUHAN.
12  Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku
ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak
membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih
dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa
terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut
nyawaku.
13  TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya
membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;
14  seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul
kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.
15  Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar?
Anjing mati! Seekor kutu saja!
16  Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan
engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi
keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu."
17  Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah
Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring
menangislah Saul.
18  Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau
telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat
kepadamu.
19  Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang
baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu,
engkau tidak membunuh aku.
20  Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan
dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang
kaulakukan kepadaku pada hari ini.
21  Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja
dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.

MAZMUR TANGGAPAN - Mazmur 57:2-4,6,11;
Refren: Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.

BAIT PENGANTAR INJIL - Markus 3:13-19;
Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-NYA untuk menyertai DIA.
13  Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang
dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
14  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya
memberitakan Injil
15  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
16  Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya
nama Petrus,
17  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya
diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
18  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak
Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
19  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

MEDITATIO:
Ada orang yang menaruh dendam terhadap orang lain lebih dari duapuluh tahun.
Awalnya orang itu diperlakukan tidak baik, dikatai-katai kotor di depan
umum. Rupanya perlakuan itu membekas dalam dirinya dan menimbulkan luka yang
dalam sampai akhirnya ia tidak bisa mengampuni. Setiap bertemu, timbul rasa
benci dan pikiran untuk membalasnya.

Hari ini kita mendapat pelajaran yang baik dari Daud. Ia dibenci dan tidak
disukai oleh Raja Saul. Ia dikejar-kejar, difitnah dan hendak dibunuh. namun
Daud tidak membalas Saul. Saat ada kesempatan yang baik, ia tidak melukai
apalagi membunuh Saul. Walaupun kawan-kawannya menyuruhnya untuk membunuh,
tetapi Daud tetap pada sikapnya. Ia tetap sujud, menghormati dan berlaku
baik pada Saul. Daud mengakui bahwa masalah tidak pernah akan selesai, kalau
kejahatan dibalas dengan kejahatan, kebencian dibalas dengan kebencian.
Adalah lebih baik kejahatan dibalas dengan kebaikan, kebencian dibalas
dengan pengampunan.

Sikap Daud benar dan yang terjadi adalah pertobatan Saul. Ia mengakui
kebaikan Daud dan kesalahan dirinya. Saat itu menjadi saat pendamaian ketika
kebencian hilang dan kedamaian bersinar. Kita pun bisa seperti Daud,
menghadapi orang-orang yang menyakiti, melukai dan membenci kita dengan
kesabaran dan kebaikan. Pada saatnya, Tuhan akan memperlihatkan buahnya:
pertobatan dan pendamaian.

CONTEMPLATIO:
Masuklah di tempat yang nyaman dan hening. Ambillah waktu kurang lebih 10
menit untuk hening melihat diri secara jujur. Ingatlah kenangan-kenangan
dalam diri Anda. Pernahkah Anda dimusuhi dan diperlakukan tidak baik oleh
orang lain, atau mungkin malah orang-orang yang sangat dekat dengan Anda?
Atau mungkin Anda pernah memperlakukan orang lain secara tidak baik?

ORATIO:
Tuhan, kuatkanlah kami saat ada yang membenci dan memperlakukan kami tidak
baik. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan memperlakukan orang lain dengan baik, walaupun dibenci dan
disakiti.
Share on facebook
Sabtu
23 September 2017
Artikel Terbaru Artikel Terbaru
Ditulis oleh. Wiltek Ghozali
Tanggal. 25 Apr 2012 21:26:50
Ditulis oleh. Jovial Ghozali
Tanggal. 20 Apr 2012 23:07:07
Ditulis oleh. Jovial Ghozali
Tanggal. 19 Apr 2012 20:55:14
Kesaksian Terbaru Kesaksian Terbaru
Ditulis oleh. v@l3n_t1n@
Tanggal. 13 Dec 2009 22:12:03
Ditulis oleh. v@l3n_t1n@
Tanggal. 13 Dec 2009 22:01:13
Ditulis oleh. Vinsensia
Tanggal. 25 Aug 2009 03:51:31
Ditulis oleh. Dewi
Tanggal. 12 Mar 2009 01:06:04
Pokok Doa Pokok Doa Bulan ini
Pokok doa belum ada.
Untuk menghubungi tim PDKK Emmanuel, silahkan klik di sini.